Tarbiyah Dzatiyah: Kunci Keselamatan Dunia dan Akhirat

0
441
Direktur PPTQ Ibnu Abbas Klaten, Ustaz Dr. Muhammad Mu’inudinillah Basri, MA.

Klaten—“Tarbiyah dzatiyah merupakan usaha setiap diri mukmin untuk membina, mengarahkan, menempa diri sampai pada kesempurnaan kita menjadi khalifah di muka bumi ini,” kata Direktur PPTQ Ibnu Abbas Klaten, Ustaz Dr. Muhammad Mu’inudinillah Basri, MA., dihadapan peserta Dauroh Tazwidul Khirrijiin(D-TIK) santri SMPIT Ibnu Abbas Kelas 9 dan Dauroh Tazwidud Du’at (TA’AT) santri Kelas 12 SMAIT Ibnu Abbas, Jumat, (26/6/2020).

Ustaz Mu’in mengatakan bahwa tarbiyah dzatiyah kunci keselamatan bagi diri kita di dunia dan akhirat. Hal itu sebagai kewajiban bagi diri masing-masing dan sebuah “Dhoruroh” (Kebutuhan sangat primer) bagi setiap manusia.

Beliau menyampaikan tarbiyah dzatiyah sangat berpengaruh pada diri seluruh santri PPTQ Ibnu Abbas baik di dalam maupun di luar pondok. Tanpa tarbiyah dzatiyah, tegas beliau, walau dia adalah seorang kyai, seorang ustaz, atau profesi apapun, ia akan rusak.

“Sebaliknya, walau seseorang berada dalam lingkungan yang rusak, tapi dia mau mentarbiyah diri sendiri, dia bisa menjadi seseorang yang berhasil,” imbuhnya.

Ustaz Mu’in mengatakan fondasi tarbiyah dzatiyah adalah  al Mas’uliyatul fardhiyah; membangun rasa tanggung jawab pada diri kita, al ya’timad ‘alannafs (mengandalkan dirinya sendiri); melakukan semuanya sendiri dan tidak meminta bantuan orang lain, dan kematangan.

Kemudian untuk memulai tarbiyah dzatiyah itu, pertama program Pembinaan Pribadi dan Iltizam dalam Barnamij Tarbawi, yang meliputi: tilawah, zikir,  qiyamullail, shiyam, baca buku, baca siroh nabi, baca siroh para ulama, berdakwah, dll. Kedua, membangun semangat untuk berlomba (Ruhul Mubadaroh) dalam perlombaan kebaikan, ketiga pahami orientasi hidup kita yang dilejaskan dalam surah Al-Baqarah ayat 148.

“Ridha Allah, cinta Allah, dekat dengan Allah harus menjadi orientasi hidup kita,” ujarnya.

Beliau menambahkan dalam implementasi tarbiyah dzatiyah dalam kehidupan; pertama, mujahadah dengan dirinya dan jihad, mulai dari jihad melawan nafsu dirinya (Q.S. Al An’am: 151-153). Kedua, muhasabah yang terus menerus. Hisablah dirimu, sebelum kalian dihisab. Oleh karena itu, milikilah program amaliyah yang terus-menerus kita lakukan.[] (Humas dan Media)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here